Kasus Murniati Gelap Mata Karena Harta Warisan

IndoNews – Siapa sangka keluarga yg dikenal bagus & harmonis oleh tetangga nyatanya dapat mendadak berubah 180 derajat. Persoalan rumah tangga & harta warisan kerap menjadi pemicu perselisihan antara saudara, cekcok mulut, sampai berujung maut.

Seperti kasus Murniati (21), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yg menjadi korban gelap mata kakak kandungnya sendiri AR. Dgn tega, di tengah malam yg disertai rintik hujan & angin, Selasa 10 Januari 2017 kemudian, sang kakak menghajar adik perempuannya itu sampai tewas.

AR kesal dgn Murniati yg masih tak menuruti permintaannya buat menjual rumah warisan orangtua mereka. Remaja perempuan itu pun tak berdaya ketika kepalanya dibenturkan ke dinding, dipukuli, & dibekap menggunakan bantal. Ia pun menghadap Sang Pencipta.

“Perselisihan itu sudah lama sebab berkaitan dgn penjualan rumah. Tetapi sebab tak mau dilakukan penjualan menjadi terjadilah hal seperti itu,” tutur Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Muhammad Agung Budijono ketika rilis kasus tsb di Polres Jakarta Timur, Jatinegara, Jumat 13 Januari 2017.

Padahal, masyarakat di sekitar rumah korban mengenal AR sebagai sosok yg bagus & ramah terhadap para tetangganya. Tentunya, mereka mengaku tersentak & tak menyangka bahwa yg bersangkutan tega menjalankan perbuatan keji terhadap adiknya itu.

 

Semenjak AR memutuskan buat berkeluarga, dirinya memang sudah tak tinggal bersama Murniati. Cuma aja, ia sesekali datang buat sekedar menengok kondisi adik & ibunya di kediaman tsb.

Bolak-baliknya AR ke rumah yg ditinggali Murniati ternyata membawa niatan lain. Ia mengambil salah satu kunci tempat tinggal tsb & akhirnya digunakan kepada malam itu buat masuk ke kediaman adiknya. Dialog yg tak memuaskan berujung maut bagi si adik.

“Kakak kandungnya sudah mengakui bahwa yg membunuh yg bersangkutan. Yg lainnya kita akan mengecek kunci yg dipakai,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan.

“Kunci rumah tsb ada tiga. Satu kunci dipegang ibu kandung, korban, & tersangka. Kunci yg dipegang korban & ibunya ada. & yg dibawa tersangka sudah kita temukan,” lanjut ia.

AR sendiri diringkus aparat kepolisian di kediamannya yg berada di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Ia dijerat pasal 338 tentang pembunuhan dgn ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Murniati dimakamkan di Pemakaman Umum Kramat Ganceng, Pondok Rangon.

Kini tempat tinggal Murniati masih dipasang garis polisi. Karangan bunga dari salah satu perusahaan tempatnya bekerja berdiri terpampang di sudut rumahnya, Jalan Makmur, RT 03 RW 03, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

Semasa hidupnya, para tetangga mengenal sosok Murniati sebagai anak pintar & mandiri. Selain itu, buat membiayai kuliahnya, ia bekerja di sebuah perusahaan swasta dekat rumahnya.

“Dari kecil sampai dewasa ia anak bagus, enggak sudah neko-neko. Sama tetangga juga ramah, sering berbaur,” kata salah seorang tetangga yg dipanggil Emak (55) pada Liputan6.com di sekitar lokasi kejadian.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu diketahui memang tak tinggal bersama keluarganya lagi. Ia menetap di hunian yg tak terlalu jauh dgn rumah sang ibu.

“Sudah dari kecil Murni tak tinggal dgn keluarga. Tetapi dekat tinggalnya. Ibu kandungnya juga masih satu wilayah sini,” ujar Emak.

Emak mengaku kehilangan atas kepergian Murniati. Bahkan tetangga lainnya ada yg menangis ketika mengantarkan jenazah remaja putri itu ke liang lahat.

Masyarakat lainnya, Fajri (22) juga merasa kehilangan akan sosok korban yg dikenal bagus hati tsb.

“Baiklah anaknya, enggak suka cari permasalahan juga. Ramah sama siapa aja, makanya ketika ada kejadian sampai ketika ini masih enggak percaya aja,” tandas Fajri.

Pembahasan soal warisan ada di hukum agama & termaktub di undang-undang negara. Tentunya menyelesaikan itu sesuai peraturan yg ada dapat menghindarkan setiap orang dari sifat keji pada keluarga sendiri.sumber : liputan6.com

Kasus Murniati Gelap Mata Karena Harta Warisan | sentot | 4.5